en id
Wednesday, 20 September 2017

Students' Researches

Mahasiswa Teknokrat Ciptakan Alat Keamanan Brankas

  • Published: Friday, 22 January 2016 10:37
  • Hits: 2161

BANDAR LAMPUNG-Banyaknya kasus pembobolan dan pencurian barang berharga mendapat perhatian Sheni Nabawiya, Salah satu mahasiswa Perguruan Tinggi Teknokrat ini membuat sistem keamanan brankas.

Mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi D-3 itu menyebutkan, sistem keamanan brankas ini menggunakan mikrokontroler Arduino UNO. Dimana ketika pengguna ingin membuka brankas diharuskan memasukkan password atau keyword empat digit angka melalui sebuah keypad.

Setelah itu, sistem akan mengirimkan pemberitahuan berupa pesan singkat kepada pemilik brankas. Selanjutnya, pemilik harus mengirimkan kode verifikasi berupa kode khusus. Apabila kode verifikasi benar, maka brankas akan terbuka, yang artinya solenoid door lock akan mendapatkan tegangan 12 volt.  Lalu untuk menutup brankas, pengguna hanya perlu mendorong brankas hingga terkunci dan tidak dapat terbuka lagi.

“Dengan demikian brankas dapat dibuka hanya atas izin pemilik brankas meskipun pengguna brankas lebih dari satu. Sistem keamanan brankas ini juga dilengkapi sensor kompas yang dapat mendeteksi pergerakan brankas, jika terjadi pergeseran dan pembobolan oleh pencuri,” jelas Sheni –sapaan akrabnya.

Untuk memprogram mikrokontroler, sambung dia, bahasa pemrograman C++ berbasis Arduino. Dengan cara kerja melalui SIM900 Shield yang diatur sebagai sinyal penerima dan ponsel melalui kartu GSM sebagai pengirim data. “Nantinya dari proses itu, akan diperoleh kode verifikasi yang diolah oleh mikrokontroler untuk memberikan nilai tegangan kerelay dan solenoid door lock elektrik sehingga kunci brankas dapat dibuka,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Teknokrat Dr. (can.) Hi. Mahathir Muhammad, SE., M.M mengapresiasi temuan mahasiswa nya itu. Dia mengatakan, seluruh penelitian yang dilakukan baik dari mahasiswa menunjukan bukti konsistensinya Teknokrat dalam merealisasikannya tri darma perguruan ringgi.

“Penelitian dapat menjadi tolak ukur untuk mengetahui pemahaman mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya dari perkuliahan. Melalui penelitian, mahasiswa juga dapat bersumbangsih dalam bentuk ide, dan pemikirannya untuk memecahkan suatu permasalahan di masyarakat,” terangnya.

Dia juga mengapresiasi beragam prestasi yang ditorehkan mahasiswanya, baik nasional maupun internasional, “Mereka memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi monumental, dan Teknokrat selalu konsisten mendukung mahasiswa untuk terus berprestasi,” tutupnya. (nan/c1/nui)

Go to Top