en id
Wednesday, 20 September 2017

Students' Researches

Teknokrat Ciptakan Smart Kandang Berbasis Internet

  • Published: Monday, 07 August 2017 15:52
  • Hits: 198

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kembali mendulang prestasi. Kali ini tim yang diketahui Kurniawan Gigih Lutfi Umam, besama Pipit Rahayanti dan Syahpura itu mengembangkan sebuah alat yang dapat meningkatkan produksi perternakan ayam petelur menggunakan ponsel pntar berbasis internet of things yang diberi nama smart kandang.

Dengan aplikasi ini, pertrenak ayam nantinya dapat memonitoring ternak cukup dengan  melihat pada layar ponsel. Kemudian alat ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur layanan, seperti memberi makan ayam secara otomatis, mengatur suhu dan kelembaban kandang, membersihkan kandang, membersihkan kotoran ayam, hingga memvaksin ayam.

Cara bekerjanya cukup menekan tombol yang tertera pada layar ponsel, peternak ayam akan mendapat layanan sesuai dengan kebutuhan tersebut. Selain cepat dan mudah, alat ini diharapkan dapat mempermudah para peternak ayam di Tanah Air serta dapat meningkatkan produksi telur.

Kurniawan mengungkapkan Smart Kandang saat ini sedang dalam proses pemesanan komponen.  Pembuatannya ditargetkan selesai akhir Agustus.

Umam, sapaan akrabnya, menambahkan untuk menggunakan alat yang mereka buat tersebut, user cukup dengan menekan tombol pemberi makan ayam, secara otomatis alat yang terpasangdi dalam kandang dengan sendirinya akan mengeluarkan pakan sesuai dengan takaran atau sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian Peternakan.

“Kandang ayam itu akan ada sekat-sekatnya antara ayam satu dengan lainnya. Nah pada setiap sekat, secara otomatis mesin akan berhenti dan memberi pakan sesuai dengan takaran,” ujarnya.

Selain memberi pakan ayam secara otomatis, alat tersebut juga akan memeberikan air minum sesuai takaran kebutuhan ayam. Begitu juga dengan pengaturan kelembaban suhu kandang.

Alat ini pun dilengakapi dengan recording karena sangat penting dan dibutuhkan oleh peternak ayam. Sayangnya peternak kita masih jarang yang mengikuti standar peternakan. “Dengan alat ini nantinya ketahuan berapa banyak jumlah telur yang dihasilkan oleh ayam pada hari itu. Ada prediksi dalam sehari ayam nelur  berapa kali, termasuk juga dengan membuang kotoran. Jadi nanti akan ada alat yang akan garuk untuk membuang kotoran yang ada di dalam kandang, semua ada dalam aplikasi.”

Aplikasi Smart Kandang itu juga dilengkapi dengan big data yang berguna untuk memprediksi jumlah pendapatan ayam ditahun yang akan datang, jenis penyakit atau virus apa yang bakal menyerang ternak, semua akan tertera di layar ponsel. “Big data ini yang berfungsi untuk memprediksi pendapatan peternak di tahun berikutnya, sehingga peternak dapat mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari sebelum beternak,” ujar dia.

Tidak hanya itu, alat ini juga dilengkapi dengan pemberian vaksin otmatis, sehingga tingkat kaberhasilan ternak ayam lebih tinggi dan diharapkan hasil telur yang dihasilkan juga  meningkat. “Karena sudah tau penyakit apa yang bakal  menyerang, ayam kami berikan vaksin. Pemberian vaksin ini juga secara otomatis. Satu per satu ayam diberi vaksin degan cara menyeprotkan cairan ke tubuh ayam.”

Umam menjelaskan tentang fitur-fitur yang tertera pada layar posel tersebut terkoneksi dengan kandang melalui internet optik, sehingga semua terkoneksi di ponsel. Disekitar kandang ayam juga diletakkan sebuah mesin mikrokontroler yang berfungsi untuk menjalankan satu persatu alat, seperti meberikan pakan dan membersihkan kandang.

“Dengan alat yagn kami buat ini pemberian pakan akan dibuat sesuai dengan jumlah takaran berapa gramnya, bahkan selama ini peternak ayam memberikan pakan masih dengan cara dilempar sehingga potensi terbuang juga banyak. Alat ini ketika akan member makan, pakan itu akan turun dari atas tepat di depan ayam,” kata Umam di kampusnya.

Lewat aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau peternak ayam kapanpun melalui ponselnya. Untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna cukup dengan menginstal aplikasi yang nanti akan tertera di layar ponsel. Untuk melakukan penelitian tersebut, pihaknya telah melakukan observasi penelitian dengan peternak ayam di Natar. Saat ini alat tersebut dalam pemesanan dan diperkirakan akan sampai pada pertengahan Agustus mendatang.

“Untuk tahap awal kami buat prototipenya terlebih dahulu dan siap di uji cobakan,” ujarnya.

Go to Top