Roboboat Teknokrat Lolos Final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional
en id
Sunday, 19 May 2019

Latest News

Roboboat Teknokrat Lolos Final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional

Teknokrat kembali lolos menjadi finalis Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2013 atau Roboboat 2013 setelah tahun lalu berhasil menjadi juara pertama di kontes tersebut.  Dua kapal ciptaan tim robot Teknokrat berhasil menembus kategori kapal autonomous dan kategori kapal cepat fuel engine yang akan ditandingkan dengan kapal-kapal ciptaan perguruan tinggi-perguruan tinggi terbaik di Indonesia seperti ITB, UI, UGM, IPB dengan tuan rumah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya 25-27 Nopember mendatang.
 
Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2013 ini akan menguji seluruh kapal finalis di semua kategori karya mahasiswa se-Indonesia untuk berlayar di pantai Sampang, Madura, menghadapi cuaca, kecepatan angin, dan tinggi ombak yang tidak menentu.  Krakatau Ship I yang lolos final kategori autonomous didesain dan dirangkai dengan piranti lunak elektronik otomatis, sehingga kapal dapat berlayar tanpa dikendalikan remote atau sejenisnya dan dapat melalui rute yang ditentukan panitia sampai ke tujuan.  Kapal hasil kreasi Dudi Sudarisman, Ketut Write, dan Syaiful disertai oleh mekanik Doris Juarsyah, M.Riski Fauzi, Ahmad Salsabil ini juga diprogram dengan sistem penginderaan yang terdiri atas kamera, kompas, dan sensor-sensor lainnya.  Penentuan pemenang dilihat dari kemampuan kapal melewati rute dan kecepatan untuk mencapai garis finish.
 
 
 
Sementara di kategori kapal cepat fuel engine, kapal dibuat dengan mesin 26 cc berbahan bakar dan diprogram untuk dapat mencapai tujuan dengan dikendalikan remote.  Kapal Krakatau 7.3 buatan Indrajat Yugo, Wahyu Wicaknarko, M. Rido dengan tim mekanik Andika Putra, Galih Yogi, dan Made Widi Saputra ini menuntut tim untuk dapat mendesain lambung dan bentuk badan kapal.  Dalam prosesnya mahasiswa mau tidak mau menggunakan kreativitasnya untuk dapat mempelajari ilmu perkapalan yang tidak diajarkan di perkuliahan.  Tim ini belajar secara otodidak dengan membaca, riset, melihat langsung, dan mewawancarai ahli kapal untuk mendapatkan ilmu perkapalan.  
 
Adi Ahmad Fauzi S. Kom dan Putra Hermana S.Kom. sebagai pembimbing sekaligus alumni tim robot Teknokrat menyatakan bahwa setiap tahun perlombaan ini semakin menantang.  “Persaingan semakin ketat, karena semakin banyak perguruan tinggi yang mengikuti kontes ini, sehingga tim robot Teknokrat terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merakit dan memprogram robot dalam bentuk apa pun,” ujar Putra.  Hi. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., sebagai pembina kemahasiswaan Perguruan Tinggi Teknokrat mengungkapkan, “Saya bangga dengan mahasiswa yang penuh kreatifitas dan pantang menyerah.  Ketidakadaan ilmu perkapalan tidak menjadikan mereka menyerah, malah semakin bersemangat untuk menuntut ilmu.  Semoga usaha dan upaya mereka berhasil dan menjadi juara pertama kembali, seperti tahun 2012, untuk kedua kategori.”
Go to Top