Persiapkan Lulusan Menjadi Diplomat Teknokrat Hadirkan Tim Kemenlu RI
en id
Sunday, 19 May 2019

Latest News

Persiapkan Lulusan Menjadi Diplomat Teknokrat Hadirkan Tim Kemenlu RI

Menjadi seorang Diplomat berarti juga menjadi legal advisor pemerintah untuk mengkoordinasikan hubungan perjanjian baik bilateral maupun multilateral antara Indonesia dengan negara penerima atau organisasi internasional. Rabu, 19 Desember 2012 bertempat di Aula gedung A Perguruan Tinggi Teknokrat, berlangsung kuliah umum yang disampaikan oleh tim dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) dengan materi “Peran Diplomat dalam Era Globalisasi”. 
 
Hadir sebagai pembicara: Hazairin Pohan (Kapusdiklat Kemenlu RI), Pribadi Sutiono (Direktur Susperlu), Nana Juliana (Kabag Perencanaan dan Evaluasi Kemenlu RI), dan Indah Nuria Savitri (Asisten Ahli Kemenlu RI).
Dalam penjelasannya, Duta Besar Hazairin Pohan menjelaskan beberapa tugas seorang diplomat, yaitu representing, negotiating, Protecting, promoting, dan reporting. Representing, berarti bahwa seorang diplomat mewakili Negara Republik Indonesia secara keseluruhan di negara penerima/organisasi. Negotiating maksudnya memperjuangkan kepentingan bangsa, negara, dan Pemerintah Indonesia melalui pendekatan dan perundingan. Protecting ialah melindungi kepentingan negara, Pemerintah Indonesia, dan Badan Hukum Indonesia. Promoting ialah meningkatkan kerjasama antara Indonesia dengan negara penerima melalui kegiatan dalam bidang yang bermanfaat bagi kepentingan nasional. Sedangkan reporting ialah pelaporan hasil tugas, pelaksanaan kewajiban, pengamatan dan analisis di bidang ekonomi, pertahanan dan keamanan, politik, di negara penerima atau organisasi internasional.
 
Dalam sesi diskusi, mahasiswa antusias memberikan pertanyaan terkait peran diplomat dan kementrian luar negeri dalam beberapa permasalahan seperti kasus sangketa pulau dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Selain itu, mahasiswa juga bertanya tentang metode diplomasi dan peluang kerja di Kemenlu RI. Dijelaskan bahwa Perguruan Tinggi Teknokrat memiliki Program Studi yang dibutuhkan untuk mengisi beberapa posisi di Kemenlu RI, misalnya mahasiswa STBA Teknokrat dapat melamar untuk posisi diplomat, sedangkan mahasiswa STMIK dan AMIK dapat mengisi beberapa posisi teknis yang berhubungan dengan analisis data dan teknologi infromasi.
Dalam sambutanya, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Teknokrat menyampaikan apresiasi kepada para pembicara yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi pengetahuan terkait dengan fungsi diplomasi Kemenlu RI. “Kuliah umum ini merupakan program rutin Perguruan Tinggi Teknokrat. Secara berkala kegiatan ini dilaksanakan dengan menghadirkan pemateri dari kalangan pemerintah, swasta, dan profesional. Dengan menghadirkan pembicara dari Kemenlu RI diharapkan mahasiswa mendapat pencerahan terkait dengan profesionalisme dan lingkup kerja seorang diplomat. Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk berkarir di kemenlu RI”, ungkapnya.
 
New layer...
New ...
Go to Top