HALAL BIHALAL BERSAMA SIVITAS AKADEMIKA TEKNOKRAT DAN MASYARAKAT
en id
Friday, 17 August 2018

Latest News

HALAL BIHALAL BERSAMA SIVITAS AKADEMIKA TEKNOKRAT DAN MASYARAKAT

Halal bi Halal adalah suatu bentuk ungkapan khusus pada waktu dan tempat tertentu sebagai pengganti dari kata Silatur-Rahmi pada kedua hari raya islam yang telah membudaya di beberapa Negara di Asia Tenggara khususnya Indonesia.  hari raya  Idul Fitri yang  memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab,
yaitu fithrah, berarti suci.
Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih.
Sebanyak 550 orang sivitas Akademika  dan juga warga sekitar  di lingkungan Perguruan Tinggi  Teknokrat memenuhi ruangan Masjid Asmaul Yusuf dan lapangan Gelanggang Mahasiswa Dr. H.M.,Nasrullah Yusuf, secara khidmat mengikuti acara halal bihalal yang diisi dengan tausiyah oleh Ustad H.Ahmad Jajuli serta berjabatan tangan saling memaafkan dalam silaturahmi  hari raya  Idul Fitri 1 Syawal 1433 H yang berlangsung hari minggu,  (26/08/2012).
Dalam sambutanya, ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Bapak Dr., H.M., Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A. menyampaikan bahwa Halal Bi Halal ini dilaksanakan untuk menyambung silaturahmi, menambah etos kerja serta meningkatkan semangat profesionalisme yang lebih baik kedepan, karena pada hari Idul Fitri kita saling maaf-memaafkan, kemudian mulai dengan semangat baru. Dalam acara tersebut, beliau memberikan wejangan sekaligus melepas  dosen-dosen Perguruan Tinggi Teknokrat yang akan melanjutkan studi lanjut diprogram Pascasarjana (S2) maupun Doktoral (S3) di universitas ternama seperti ITB, ITS, IPB, UNPAD, UGM  dan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).
Tausiyah yang diberikan oleh ustad H. Ahmad Jajuli sangat sarat dengan tema yang diusung yaitu” Kembali ke Fitrah Menuju Insan Perguruan Tinggi Yang Berkualitas” , lebih lanjut beliau mengungkapakan “ setelah berpusa penuh selama satu bulan beribadah secara vertikal kepada sang Khalik serta dididik beribadah  horisontal atau bermuamalah menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian”. “Dampak pendidikan di bulan Ramadan seperti etika kesalehan sosial yang sangat tinggi, pengendalian diri, displin, kejujuran, kesabaran, solidaritas dan saling tolong menolong adalah sebuah gambar eratnya kesalehan pribadi dan kesalehan sosial yang terus dilanjutkan dan dipelihara pada 11 bulan berikutnya”, ungkapnya mengakhiri tausiyah halal bihalal.
Go to Top