en id
Wednesday, 26 July 2017
  • Team Robotik
    Mahasiswa Teknokrat

Latest News

Teknokrat Gelar Kompetisi Bernuansa Internasional

  • Published: Monday, 22 February 2016 04:41
  • Hits: 1484

Perguruan Tinggi Teknokrat kembali menggelar kompetisi bahasa Inggris dan komputer bagi siswa SMA sederajat di Lampung. Lomba yang digelar mengadopsi sistem dan aturan kompetisi internasional. “Kami rutin mengirimkan mahasiswa ke kompetisi internasional. Kami menghadirkan suasana kompetisi dunia bagi siswa Lampung,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Mahathir Muhammad, di sela-sela Teknokrat English Competition dan Teknokrat Computer Competition 2016, di kampus setempat, Sabtu (20/2/2016).
Teknokrat English Competition yang diikuti 320 peserta dari 40 sekolah mengangkat tema Excel your english, be global competitive individuals. Sementara Teknokrat Computer Competition diikuti 345 siswa, mengusung tema Tingkatkan kreativitas dan inovasi pemuda melalui teknologi.
Salah satu nuansa kompetisi internasional yang diadopsi adalah sistem lomba debat yang menggunakan british parliamentary system yang diterapkan dalam World Debate Competition. “Itu mengadopsi gaya sidang parlemen Inggris, satu tim terdiri dua orang,” kata Mahathir.
Nuansa kompetisi internasional juga mengemuka pada perlombaan scrabble yang menerapkan sistem australian draw untuk menentukan calon lawan dan king of the hill untuk penentuan pemenang. 
Sistem penilaian melibatkan juri profesional yang berpengalaman di kompetisi internasional. Salah satu juri speech adalah pemenang Asian English Olympic, yang juga mahasiswa Teknokrat, Timmotius Imanuel. “Kompetisi dinilai secara objektif oleh juri berpengalaman dan telah teruji di tingkat internasional,” ujar dia. 
Mahathir menambahkan penilaian cabang lomba news casting adalah native speaker dari Amerika, Christian Todd Williams. Pada lomba itu, Christian dan juri lainnya mencermati pelafalan hingga pemenggalan kata yang diucapkan peserta. “Sebagai pembaca berita, siswa harus mengucapkan setiap kata dengan jelas agar pendengar bisa menerima informasi yang disampaikan,” kata dia.

 
Pada news casting, siswa ditantang mampu membacakan prakiraan cuaca sesuai dengan materi yang disiapkan dewan juri. “Sesi prakiraan cuaca ini juga kerap dihadirkan pada kompetisi news casting internasional.” Kemampuan bahasa Inggris peserta sangat diuji dalam sesi itu karena materi yang dipersiapkan juri tidak diketahui oleh siswa sebelumnya. Peserta juga dituntut kreatif. 
Mahathir menjelaskan pada cabang composing and reading poetry, siswa dimungkinkan untuk mengemas pembacaan puisi dengan musik dan atribut pendukung. Siswa mendapat kesempatan memadukan kemampuan bahasa Inggrisnya dengan seni untuk menyuguhkan penampilan optimal.

Go to Top