en id
Wednesday, 26 July 2017
  • Team Robotik
    Mahasiswa Teknokrat

Latest News

Pendidikan Keluarga, Mahasiswa, Hingga Putri Indonesia

  • Published: Thursday, 21 April 2016 18:50
  • Hits: 1099

Quality time yang sengaja diciptakan untuk memastikan kehangatan keluarga tetap terjaga di tengah padatnya pekerjaan.

Maya, lahir dari keluarga berlatar pendidikan. Setelah menikah, ia menjadi istri sekaligus menantu yang juga tokoh pendidikan Lampung.

Setelah menikah, perempuan 28 tahun itu menjelma menjadi ibu yang cerdas. Ia mampu membagi waktu untuk keluarga dan tetap eksis berkarier di dunia pendidikan dan hukum.

Pemilik nama lengkap Yunita Maya Putri itu menjadi ibu dan istri yang baik bagi keluarga. Tidak hanya menjadi guru utama bagi ketiga anaknya, ia juga menjalani peran sebagai dosen di Universitas Lampung dan Perguruan Tinggi Teknokrat.

Berkat kecerdasannya, istri Mahathir Muhammad, Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Lampung, itu juga menjadi trainer kepribadian Felicia Hwang, juara  II Putri Indonesia 2016. “Salah satu materi yang saya ajarkan kepada Felicia adalah public speaking,” ujar dia.

Sebagai magister ilmu hukum, Maya juga membuka kantor hukum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan advokasi. Guna meningkatkan pengetahuannya tentang hukum, Maya rutin mengikuti seminar berskala nasional hingga internasional

“Perempuan wajib berpendidikan tinggi. Mereka berperan penting dalam kesuksesan anak-anak serta suaminya,” ujar Maya kepada Lampung Post, di Perguruan Tinggi Teknokrat, Senin (18/4) sore.

Meski sudah menyandang gelar magister ilmu hukum, Maya terus memperkaya diri dengan mengikuti berbagai seminar dan pelatihan. Berkat hard skill dan soft skill yang dimiliki,Maya aktif sebagai trainer,salah satunya di kalangan ibu PKK Provinsi Lampung serta kabupaten/kota.

Muli Bandar Lampung 2005 itu layak dijuluki supermom. Ditengah padatnya aktivitas, ia selalu meluangkan waktu untuk anak-anaknya.

Meski memiliki tiga orang asisten rumah tangga,Maya tetap mengambil alih urusan merawat dan mendidik anak. “Saya bangun lebih awal dari anak dan suami. Lalu memasak sarapan dan bekal anak,”kata dia.

Setelah anak-anaknya berangkat sekolah, ia kemudian bersiap mengaktualisasikan pengetahuan sebagai dosen. Dalam seluruh mata kuliah yang dimampu, Maya selalu mengintegritaskan pendidikan karakter, di antaranya disiplin dan kejujuran.

Ketika waktu menunjukkan pukul 12.00, dosen Fakultas Hukum itu bergegas kembali ke rumah untuk makan siang bersama suami dan anak-anaknya.

Itu adalah quality time yang sengaja diciptakan untuk memastikan kehangatan keluarga tetap terjaga di tengah padatnya pekerjaan. Usai bersantap dengan suami dan anak-anaknya, Maya kembali pada kegiatannya.

Putri Kampus Fakultas Hukum Unila 2005 itu mengakhiri semua aktivitasnya pukul 15.00. “Sore hingga malam waktu untuk keluarga. Tidak ada kegiatan yang bisa menggesernya,”kata dia.

Si Sulung Menuju Olimpiade Sains Menemani anak-anak belajar pada malam hari adalah kenikmatan baginya. Maya menuturkan saat ini ia sedang mempersiapkan Si Sulung, M Abdullah azzam, untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat provinsi. “Olimpiadenya tanggal 23 April,tolong doakan supaya Azzam menang ya,” ujar perempuan yang hobi menyanyi itu.

Sesekali,ia juga menyempatkan diri mengantar anak-anak ke sekolah. “Di saat-saat tertentu, misalnya ketika ada pentas seni di sekolah,saya pasti menyempatkan diri hadir,”kata pembawa baki Merah Putih pada upacara peringatan kemerdekaan RI tahun 2003.

Ia selalu mengajarkan nilai-nilai dan etika kepada ketiga anaknya. “Karakter yang baik akan berdampak positif pada nilai akademiknya,” kata Maya.

Sebagai istri yang baik, Maya memberi dukungan penuh kepada suaminya untuk mengembangkan karier, salah satunya dalam memimpin Yayasan Teknokrat. Dengan ilmu yang dikuasai, ia turut berkecimpung dalam perumusan aturan hukum di Perguruan Tinggi Teknokrat. “Itu bentuk sumbangsih saya kepada instituasi pendidikan ini, ”ujar dia.

Menurut Maya,perempuan boleh meniti karier hingga puncak. Namun yang jauh lebih penting dari itu, perempuan harus memprioritaskan keluarga. “Para ibu harus mengurus keluarga,tempat pendidikan pertama yang menjadi titik awal kehidupan bangsa,”kata dia. 

Go to Top