en id
Monday, 16 January 2017
  • Mahasiswa Teknokrat
    Sumbang Robot Drone Kepolda Lampung

Latest News

PROPTI TEKNOKRAT BANGUN MENTAL SANG JUARA

  • Published: Monday, 19 September 2016 03:09
  • Hits: 170

Selain aspek kognitif, proses perkuliahan bertujuan menempa kepribadian mahasiswa.

Program orientasi pendidikan tinggi (Propti) Perguruan Tinggi Teknokrat gelombang II bertabur penghargaan. Pemberian penghargaan bertujuan memotivasi para mahasiswa baru agar terstimulus meraih prestasi setinggi-tingginya.

Sebanyak 48 mahasiswa berprestasi, 18 dosen pembimbing, dan 3 mahasiswa penerima beasiswa Baznas Lampung menerima penghargaan dari Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung Mahfud Santoso. Penghargaan diberikan bagi peserta didik dan dosen pengajar yang meraih prestasi di berbagai bidang, mulai dari tingkat provinsi hingga internasional.

“Ini adalah langkah awal untuk menjadi sang juara sesuai minat dan bakat kalian,” kata Mahfud di hadapan 860 mahasiswa baru peserta propti gelombang II di kampus setempat, Kamis (15/9).

Propti yang berlangsung hingga Sabtu (17/9) itu diisi oleh beberapa pemateri, antara lain Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin, Danrem 043/Gatam Kol Kav Supriatna.

Propti dibuka Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Teknokrat Mahathir Muhammad. Pada kesempatan itu, ia memotivasi seluruh mahasiswa untuk menyelesaikan kuliah di tengah jalan karena alasan apa pun,” ujarnya.

Menurut Mahathir, kesempatan tersebut menjadi kesempatan mahasiswa membuktikan tanggung jawab dan rasa saying kepada orang tua dengan cara menyelesaikan kuliah dalam waktu yang ideal dan meraih IPK minimal 3,2. “Mahasiswa itu sendiri yang bertanggung jawab atas kesuksesannya,” kata Mahathir.

Selain tekun belajar, ia mendorong mahasiswa aktif dalam berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). Keikutsertaan dalam UKM akan menumbuhkan hard skill dan sft skill mahasiswa.

Menurut dia, banyak mahasiswa berprestasi yang tidak menonjol semasa sekolah. “Setelah bergabung dengan UKM, minat dan bakat mereka berkembang hingga berprestasi,” ujarnya.

Selain aspek kognotif, proses perkuliahan bertujuan menempa kepribadian mahasiswa. Mahasiswa dituntut berpakaian rapi, mengenakan sepatu, dan dilarang merokok di area kampus.

“Ada pula UKM keagamaan yang dapat membentuk mahasiswa semakin religious dan berakhlak mulia,” kata Mahathir.

Pompa Bertenaga Surya

Pada kesempatan itu, ditampilkan berbagai karya rencangan mahasiswa, antara lain alat potong padi dan pompa air tenaga surya. Pompa air bertenaga surya dibuat oleh lima mahasiswa, yakni Doris Juarsa, Ceceng Sujana, Haris Yudho Pangesti, Dikky Saputra, dan Tri Setiawan.

“Alat ini tepat dimanfaatkan untuk memompa air di tengah areal perkebunan yang tidak dilalui aliran listrik,” kata Doris.

Karena bertenaga surya, ujarnya, petani dapat menghemat biaya produksi. Energi surya yang dihimpun juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti penerangan.

Go to Top