en id
Wednesday, 22 November 2017

Latest News

KEJATI DIDIK MAHASISWA TEKNOKRAT ANTIKORUPSI

  • Published: Monday, 19 September 2016 02:55
  • Hits: 561

KEMAJUAN suatu bangsa turut dipengaruhi oleh tingkat kesadaran hukum warganya. Sebagai calon pemimpin masa depan, mahasiswa harus memiliki kesadaran hukum, antikorupsi, agar dapat membawa bangsa pada kemakmuran.

 

Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Syafrudin dalam kuliah umum bertema Menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan mahasiswa bagi 860 mahasiswa baru Perguruan Tinggi Teknokrat.“Setelah lulus, kuliah menjadi orang-orang yang cerdas penentu kemajuan negara ini,” kata dia, pada program orientasi pendidikan tinggi (propti) gelombang II hari kedua di kampus setempat, Jumat (16/9).

 

Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk taat hukum masih rendah. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor, yaitu minimnya pemahaman masyarakat tentang hukum, pesatnya perkembangan teknologi informasi, dan penegakan hukum yang kurang tegas.

 

Begitu pula di kalangan pejabat birokrasi yang hingga kini kerap terbelitw kasus korupsi. Praktik korupsi telah menghancurkan sistem perkekonomian, politik, hokum, pemerintahan, dan tatanan sosial kemasyarakatan.

 

“Peran mahasiswa dalam memberantas korupsi lebih difokuskan pada upaya membangun budaya antikorupsi di masyarakat,” kata Syafrudin. Guna mengatasi kejahatan luar biasa tersebut, ia mengklaim pentingnya revolusi karakter bangsa dengan mendorong mahasiswa sebagai pelopor antikorupsi dan menjadi generasi muda berkepribadian.

 

Ia mengimbau mahasiswa membantu aparat hukum, tokoh agama, serta tokoh masyarakat menyosialisasikan pentingnya taat hukum demi kesejahtraan dan kemakmuran bangsa. “Penanaman nilai-nilai integritas kepada mahasiswa diharapkan dapat mencetak generasi dan pimpinan antikorupsi,” kata Syafrudin. (IMA/S1).

Go to Top