MENTAL SANG JUARA TIM ROBOT TEKNOKRAT
en id
Wednesday, 29 March 2017
  • Team Robotik
    Mahasiswa Teknokrat

Latest News

MENTAL SANG JUARA TIM ROBOT TEKNOKRAT

  • Published: Friday, 23 December 2016 12:47
  • Hits: 198

ROBOT TERBANG. Tim robotik Teknokrat yang mengikuti Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2016 Divisi Fixed Wing, di Kota Baru, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.. Caption Foto 1

 

MERAKIT ROBOT. Tim robot Teknokrat mempersiapkan robot terbang. Caption Foto 2

 

Di KRTI 2016, Ceceng dan anggota Krakatau Plane kembali naik podium.

 

Tim robot teknokrat kembali menorah prestasi di kancah nasional. Krakatau plane, tim robot yang menjadi juara III Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2016 Divisi Fixed Wing.

 

Kemenangan diraih para mahasiswa yang pantang menyerah merancang teknologi robot demi pembuktian kualitas  mahasiswa lampung di bidang teknologi masa depan tersebut. Salah satu mahasiswa yang berjasa dalam proses menyabet predikat juara ialah ketua tim Krakatau plane, Ceceng Sujana.

 

Tertarik dalam bidang robotika sejak SMA, ceceng sengaja memilih Teknokrat sebagai tempat melanjutkan pendidikan. “yang saya tahu Teknokrat kerap menjadi juara robotik. Oleh karena itu saya memilih kuliah di sini,” ujarnya kepada Lampung Post, Selasa (13/12).

 

Setelah diterima, mahasiswa Teknik Informatika  itu pun langsung bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robot. “saya ingin membuktikan mahasiswa Lampung mampu bersaing dengan mahasiswa kampus-kampus besar lain di Indonesia dalam membuat robot, “kata dia.

  

Sejak bergabung dengan Krakatau Plane, Ceceng mengaku mendapatkanbanyak ilmu tentang perakitan sebuah robot dan berkesempatan ikut berbagai kontes nasional. Pada 2014, ia sudah dilibatkan dalam Kontes Robot Terbang Nasional di Surabaya. Meski baru pertama kali, saat itu Ceceng ditunjuki sebagai ketua tim.

 

Hasilnya robot terrbang Teknokrat meraih juara II nasional Divisi fixed Wing kategori umum. Sejak saat itu mahasiswa kelahiran Lampung selatan, 8 November 1994 ini makin termotivasi untuk terus menciptakan robot yang lebih canggih bersama timnya.

 

Menjadi ketua tim dalam pembuatan robot bukanlah perkara mudah. Ceceng mengaku harus selalu memberikan arahan dan motivasi kepada anggota tim. Seperti pada KRTI 2016, ia kembali diamanahi sebagai ketua tim. Bersama anggotanya Aldistira Prayogo, Zakaria Sani A, dan Angga Saputra Nuryadi, Krakatau Plane kembali merancang sebuah pesawat jenis fixed wing yang memiliki misi terbang dengan monitoring tapa batas wilayah dengan jangkauan gingga 3 km dan pemetaan wilayah seluas 1 x 1 km.

Agar mampu mengemban misi tersebut, Krakatau plane sudah mempersiapkan diri sejak enam bulan sebelum kontes untuk mendisain hingga merakit robot terbang. Sebulan  menjelang kontes, tim bekerja keras dan berlatih setiap hari.

“Kami mengikuti masa karantina di kampus. Kami benar-benar fokus, tidak mwlakukan hal lain di luar kuliah selain mempersiapkan robot, “ kata putra pasangan Amas dan Kusmini itu.

 

Pihak kampus diakui sangat mendukung dengan memberikan semua kebutuhan tim hingga pribadi anggota.  Hal itu makin memotivassi mereka menghasilkan karya terbaik.

 

Meskipun selama proses kenala tidak dapat dihalang, dalam beberapa percobaan robot terbang buatan mereka mengalami beberapa kali crash atau kecelakaan. Mereka terpaksa membuat kembali robot baru, Namun, anggota Krakatau Plane pantang menyerah. “ kuncinya tidak putus asa. Kami tetap saling dukung dan belajar dari kesalahan,” ujarnya.

 

Hasilnya, pada KRTI 2016 di kaawasan Kota Baru, Lampung Selatan, robot terbang karya Krakatau Plane mampu terbang dengan stabil daalam durasi terlama, mencapai 40 menit. Robot mampu terbang hingga ketinggian 200 meter dan menemukan tujuh titik patok secara maksimal. Robot juga memfoto lebih dari 300 gambar udara yang elanjutnya diproses digital menjadi peta dengan tingkat ketelitian gambar mencpai 95%. (S2)

Go to Top