en id
Monday, 23 October 2017

Latest News

TEKNOKRAT AJAK SISWA PERDALAM BAHASA INGGRIS

  • Published: Monday, 06 February 2017 10:27
  • Hits: 414

Caption Foto: GELAR ENGLISH SEMINAR: Universitas Teknokrat Indonesia berinisiatif menggelar English Seminar 2017. Kegiatan tersebut diikuti 520 peserta yang terdiri dari 52 sekolah se-Lampung.

BADARLAMPUNG-Banyak hal yang harus diperkuat dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menyadari hal tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia mulai menekankan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris kepada pemuda-pemudi bangsa, khusunya di Provinsi Lampung.

Karenanya, Perguruan Tinggi yang baru saja menyandang predikat Universitas pada Januari 2017 tersebut berinisiatif menggelar kegiatan English Seminar 2017.

Kegiatan yang diikuti oleh 520 peserta yang terdiri dari 52 sekolah se Lampung ini diselenggarakan di gedung indoor Universitas Teknokrat Indonesia, Sabtu (4/2). Mengangkat tema English in the Prespectiv of Global Competitiveness, kegiatan ini diisi oleh beberapa pemateri dengan kompetensi berbahasa yang tidak diragukan.

Seperti Christian Todd William yang merupakan native speaker dari USA/Amerika. Dalam penjelasannya, Christian menuturkan peranan bahasa Inggris dalam kancah persaingan dunia kerja yang global. “Terlebih saat ini Indonesia berada di situasi masa perdagangan bebas (MEA, Red.),” ucapnya.

Selain itu, ada pula talkshow yang melibatkan para alumni dan mahasiswa Teknokrat yang ingin berbagi kiat seta pengalaman kepada para peserta. Di antaranya Farid Al Hakim yang saat ini tengah bekerja di Ericsson Indonesia, sebuah perusahaan multinasional.

“Yang pasti memasuki era globalisasi ini, kemampuan kita menggunakan bahasa Inggris dengan baik sangatlah penting. Hal itu sudah saya rasakan sendiri saat memasuki dunia kerja dimana saya sudah merasa terbiasa untuk mengaplikasikan bahasa Inggris dan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut,” katanya.

Selain Farid, ada pula alumni lainnya. Yakni Alfan Muhadi yang saat ini bekerja di Bank BRI, serta Hendra yang menjadi blogger dan penulis seri I’m Not a Backpacker. Kemudian ada juga tiga mahasiswa lain yang turut berbagi pengalaman. Yakni Ardian Ardiwiranata (PPAN 

Go to Top