en id
Monday, 23 October 2017

Latest News

LEADERSHIP TRAINING TEKNOKRAT TUMBUHKAN CIKAL BAKAL PEMIMPIN

  • Published: Wednesday, 08 February 2017 09:14
  • Hits: 402

Caption Foto: FOTO BERSAMA: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, SE., MBA. Beserta para peserta leadership training angkatan II tahun 2017, kemarin. 

BANDARLAMPUNG – Mengawali tahun 2017, Universitas Teknokrat Indonesia menggelar kegiatan leadership training angkatan II tahun 2017 degelanggang mahasiswa indoor universitas setempat kemarin (7/2).

Kegiatan yang diikuti oleh 150 peserta, terdiri dari 148 mahasiswa berprestasi dan 2 staf ini, akan diselenggarakan selama empat hari. Yakni mulai kemarin hingga Sabtu (7-11/2).

Ketua pelaksana kegiatan M. Fitratullah menuturkan, peserta leadership training ini merupakan mahasiswa aktif Teknokrat dengan IPK minimal 3,00. Peserta dipilih melalui seleksi berkas dan interview yang telah dilaksanakan pada 3-30 Januari lalu oleh tim kemahasiswaan.

“Kegiatan ini dilaksanakn untuk menciptakan dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Serta meningkatkan jiwa social yang tinggi, kemandirian juga kedisiplinan serta kesadaran. Maka seluruh peserta diwajibkan untuk menginap di Universitas Teknokrat Indonesia, sela,a empat hari ke depan,” jelasnya.

Acara yang mengangkat tema Membangun Generasi Pemimpin HEBAT (Handal, Energic, Berakhlak, Amanah, dan Teladan) Untuk Indonesia ini, sambung dia, merupakan penyelenggaraan ke dua, setelah kegiatan serupa yang digelar pada Februari 2016 silam.

Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., berharap kegiatan tersebutdapat lebih memotivasi para mahasiswa. “Kami berharap dari pelatihan ini bias melahirkan cikal bakal pimpinan yang bias jadi solusi dan memecahkan masalah bangsa. Sekaligus punya kesan positif di masyarakat. Di mulai dari solusi yang kecil,” tuturnya.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, tahapan selanjutnya dari pelatihan ini yakni pelatihan kepemimpinan politik. Dalam pelatihan tersebut, nntinya mahasiswa diberikan wawasan terkait tugas-tugas lembaga tinggi Negara. Sehingga, ke depan mahasiswa tidak lagi menafsirkan politik dengan cara berdemonstrasi.

“Itu hanya bagian politik berdemokrasi, tetapi sebenarnya dalam berpolitik yang benar yakni dengan memikirkan bagaimana membangun bangsa Indonesia ke depannya,” tambahnya. (ega/c1/fik)

Go to Top