en id
Sunday, 20 August 2017
  • Team Robotik
    Mahasiswa Teknokrat

Latest News

MAHASISWA TEKNOKRAT JUARA DEBAT ASIA

  • Published: Friday, 17 February 2017 07:56
  • Hits: 809

Dua mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia meraih emas setelah dinobatkan sebagai juara pertama lomba debat tingkat Asia yang diselenggarakan di Jakarta pada 9-13 Februari lalu. Keduanya ialah Siti Rodiah dan Qadryza Claudia, yang meraih English Olympic (AEO) 2017 KATEGORI NOVICE DEBATE.

Kompetisi tersebut diikuti 64 tim, sedangkan untuk kategori debat diikuti 44 tim perguruan tinggi se Asia. Beberapa peserta dari luar Indonesia, di antaranya SolBridge Internasional School of Business Korea Selatan, Singapore Management University, dan Universitas Teknologi Petronas Malaysia.

Pada babak awal, seluruh peserta mengikuti seleksi enam babak. “Alhmadulilah, kami lolos dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Sumatera yang melaju hingga final,” kata Siti, mahasiswa D-3 Sistem Informasi, kepada Lampung Post, Kamis (16/2).

Selain Teknokrat, Peserta yang lolos ke final, yaitu Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Katolik Parahyangan. Kesesuaian argumen dengan topik lomba menjadi nilai lebih yang akhirnya membawa Teknokrat menjadi jawara.

“Di final, kami ditantang sebagai pemerintahan yang memberi wewenang pada komunitas suku pedalaman,” ujar Siti.

Qadryza mengaku telah mempersiapkan diri untuk lomba tersebut sejak Desember 2016. Mendekati lomba, keduanya berlatih intensif dan menjalani karantina selama seminggu penuh.

“Di kampus kami berlatih, dan dilanjutkan di karantina hingga malam,” kata mahasiswa S-1 Sastra Inggris semester I itu. Bukan hanya di bimbing dosen, keduanya dilatih para senior yang sudah berpengalaman.

Mengenai cita-cita, Siti dan Qadryza memiliki impian berbeda. Meski memiliki kemampuan bahasa Inggris yang teruji, Siti ingin berkiprah dibidang teknologi informasi dengan menjadi analis software. Qadryza berambisi menjadi public relation di perusahaan terkemuka.

“Walau saya jurusan Sistem Informasi, bahasa Inggris akan sangat menunjang masa depan saya setelah lulus nanti,” kata Siti.

Ia mengajak generasi muda melek teknologi dan bahasa asing demi keberhasilan pendidikan hingga memenangkan persaingan dunia kerja. Keduanya mengaku sedang merancang target selanjutnya.

“Kami bersiap untuk kompetisi Asia lainnya. Semoga kami bisa melaju hingga internasional,” ujarnya.

Bukti Keseriusan

Ketua Yayasan Teknokrat Mahathir Muhammad mengapresiasi prestasi tersebut. Menurut dia, prestasi tersebut menjadi bukti keseriusan Teknokrat dalam mendidik anak bangsa.

“Semoga pendidikan yang kami selenggarakan dapat mencetak mahasiswa berkualitas,” kata kandidat doktor di Universitas Padjajaran itu. (S2)

Go to Top