en id
Monday, 23 October 2017

Latest News

Mahasiswa Teknokrat Sabet Juara Nasional Aplikasi Android dalam FIT Competition 2017

  • Published: Monday, 08 May 2017 09:01
  • Hits: 426

Perjuangan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia pada babak final Festival Information Technology (FIT) Competition 2017 tingkat nasional berakhir manis. Dengan nama tim “Anak Bawang” ketiga mahasiswa yakni Kurniawan Gigih Lutfi Umam, Claudina Jonathan, dan Elfin Sanjaya berhasil meraih juara III untuk kategori Mobile Programming.  

Dalam lomba yang digelar Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah, 2-4 Mei 2017 tersebut, mahasiswa Teknokrat membuat aplikasi yang dinamakan Safety Car Monitoring System (SCMS). Aplikasi tersebut merupakan alat untuk memonitoring pengemudi remaja saat berkendara.

Ketua tim Kurniawan Gigih Lutfi Umam menjelaskan, babak final dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah melakukan coding selama 12 jam tanpa istirahat dan mendemonstrasikannya di depan juri. Tahap berikutnya peserta mempresentasikan latar belakang pembuatan aplikasi tersebut.

“Pengalaman yang luar biasa. Selain prosesnya yang melelahkan, kami juga harus berhadapan dengan jur-juri yang merupakan profesor-profesor di bidang pemrograman. Beruntung kami dapat melewatinya meskipun hanya menjadi juara tiga,” tutur mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer tersebut.

Umam lalu menjelaskan, alat yang mereka buat dapat mengetahui kecepatan pengemudi dalam berkendara. Orang tua dapat mengatur limit kecepatan sehingga apabila anaknya berkendara melebihi batas yang ditentukan akan muncul notifikasi pada HP berbasis android.

“Ketika muncul notifikasi orang tua dapat menelepon anaknya yang kedapatan sedang ngebut. Syaratnya harus tersambung ke sound system mobil, agar suaranya dapat didengar melalui speaker mobil,” tutur Umam.

Selain pendeteksi kecepatan, terdapat fitur lain yaitu pendeteksi kadar alkohol pengemudi, pendeteksi lokasi pengemudi dan pendeteksi kecelakaan. Menurutnya bila terdeteksi si pengemudi sedang mabuk, maka mobil secara otomatis tidak akan hidup. Karena alat tersebut dapat mendeteksi dari mulut dan nafas pengemudi. Sementara bila terjadi kecelakaan, aplikasi secara otomatis akan mengirimkan notifikasi ke rumah sakit dan kantor polisi terdekat

“Aplikasi juga akan memberikan informasi jalur tercepat menuju lokasi kecelakaan sehingga korban cepat ditangani,” jelas mahasiswa Teknik Informatika tersebut.

Sementara itu Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA mengatakan, prestasi nasional tersebut makin menasbihkan Teknokrat sebagai kampus dari Lampung yang memiliki reputasi nasional, terutama di bidang komputer dan teknologi informasi.

“Prestasi tersebut makin menambah gairah universitas dalam membangun kekuatan di bidang komputer dan teknologi informasi. Saya sangat mendorong mahasiswa menghasilkan banyak karya, terlebih yang bermanfaat untuk masyarakat. Sehingga semakin banyak sumbangsih kampus terhadap masyarakat,” ujar Nasrul (*)

Go to Top