en id
Sunday, 20 August 2017
  • Team Robotik
    Mahasiswa Teknokrat

Latest News

Kapolda Semangati Kebangsaan di Propti Teknokrat

  • Published: Friday, 21 July 2017 08:32
  • Hits: 58

Mahasiswa diminta untuk menjaga kebinekaan dan ideologi Pancasila sebagai modal mempertahankan bangsa dari sejumlah ancaman. Kalangan terpelajar juga diharapkan bisa menolak radikalisme dan bijak menggunakan media sosial.

Kapolda Lampung Irjen Sudjarno mengatakan kemajuan teknologi informasi, salah satunya media sosial, menjadi ancaman. Media sosial menjadi sarana untuk menyebar berita bohong hingga ujaran kebencian. Untuk itu, kalangan masyarakat terdidik, mahasiswa diimbau bijak menggunakan media sosial.

Sudjarno menyebutkan ancaman lainnya adalah radikalisme dan intoleransi, “Berdasar survei berbagai lembaga, ada sejumlah responden yang setuju dengan aksi bom bunuh diri dan mendukung berdirinya Negara khilafah. Kondisi ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan NKRI,” kata dia di hadapan 750 mahasiswa baru peserta Program Orientasi Perguruan Tinggi (Propti) gelombang pertama Universitas Teknokrat Indonesia, Kamis(20/7).

Ia mengisahkan pengalamannya saat bertugas menjadi pasukan perdamaian PBB di Yugoslavia. Negara itu pecah karena tidak ada ideologi yang kuat. Jangan sampai Indonesia terpecah karena adanya ancaman pada ideologi Pancasila. Kapolda mengajak mahasiswa baru merajut kebinekaan dan menjadikan perbedaan suku, agama, dan golongan sebagai kekuatan.

Usai kapolda menyampaikan materi, sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang muncul terkait dengan cara mengidentifikasi simpul radikalisme serta strategi menebar semangat kebinekaan di lingkungan kampus dan masyarakat.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf mengatakan pihaknya sikap mendidik mahasiswa menjadi insan toleran yang menghormati keberagaman. “Kami selalu memantau semua kegiatan mahasiswa agar terhindar dari radikalisme,” kata dia.

Bukan hanya mahasiswa, pimpinan Universitas juga telah memberi pemahaman bagi tenaga dosen agar memberikan pengajaran yang sesuai dengan wawasan kebangsaan dan ideologi bangsa. “Kami akan menjaga mahasiswa tidak terjerumus dalam radikalisme dan narkoba, demi kemajuan dan pembangunan bangsa,” ujar Nasrullah.

Go to Top