en id
Monday, 23 October 2017

Latest News

Teknokrat - FEB Unila MoU Bidang Akademik

  • Published: Friday, 15 September 2017 09:54
  • Hits: 45

Universitas Teknokrat Indonesia melakukan kerjasama dengan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Lampung (FEB Unila ). Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilakukan bersamaan dengan program orientasi pendidikan tinggi (propti ) mahasiswa baru gelombang dua di Gelangagang Mahasiswa Teknikrat kemarin (14/9).

Dekan FEB Unila Prof.Dr. Satria Bangsawan mengatakan, kerja sama tersebut terkait bidang akademik, tenaga pengajar, pengabdian dan penelitian atau riset kolaborasi.

MoU dilakukan karena kami menilai Teknokrat merupakan perguruan tinggi yang mengutamakan mutu dan prestasi. Kemudian menyiapkan lulusannya untuk mapu bersaing secara global,”kata Satria.

Selain penandaanganan kerjasama, pada kesempatan itu Satria juga memberikan kuliah umum dengan tema Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Potensi Generasi Muda.

Di hadapan 1.220 mahasiswa baru Teknokrat, Satria berpesan bahwa perguruan tinggi harus bersaing dalam menciptakan daya saing bangsa.

“Setelah di terima di lapangan pekerjaan, nantinya akan di uji lagi. Bisa atau tidak lulusan perguruan tinggi itu diterima di pasar global. Peguruan tinggi dan mahasiswa harus berjuang dalam membuka lapangan pekerjaan, “tegasnya.

Dilanjutkan, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), para tenaga kerja akan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi asing. Karena itu, mahasiswa harus bersiap. “Mahasiswa Teknokrat, empat tahun kedepan akan menjadi pengisi bangsa. Karena itu, mahasiswa sekarang harus dibekali keterampilan, terutama Bahasa Inggris untuk bias bersaing dengan tenaga kerja dari Negara tetangga, “ujarnya.

Sementara , Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf , S.E.,M.B.A., mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru,. Nasrullah mengatakan, adanya perguruan tinggi swasta membantu pemerintah dalam bidang pendidikan .

Sebab tidak semua mahasiswa bisa di tampung di perguruan tinggi negeri . Namun demikian, perguruan tinggi swata dituntut untuk berkualitas dalam menyelenggarakan pendidikan .

“Mahasiswa hendaknya menjadi orang - orang professional dan terampil . Peserta propti sekarang berganti alam, dari siswa menjadi mahasiswa . Karena itu, pola pikir dan perilaku juga harus berubah , “sebut dia.

Go to Top