Dari KKL Mahasiswa Berprestasi PT Teknokrat Lampung ke Malaysia (Hari 2)
en id
Sunday, 19 May 2019

Latest News

Dari KKL Mahasiswa Berprestasi PT Teknokrat Lampung ke Malaysia (Hari 2)

Setelah berkunjung ke University Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Selasa (14/10), rombongan melanjutkan lawatannya di Malaysia kemarin (15/10). PT pertama yang dikunjungi kemarin adalah universitas negeri nomor satu di Negeri Jiran, Yakni University of Malaya (UM). Rombongan tiba di UM sekitar pukul 09.00 waktu Malaysia. Kala itu, hujan deras seakan menyambut kedatangan rombongan di karnpus yang memiliki segudang prestasi ting kat Malaysia dan dunia tersebut. Suasana UM cukup berbeda dengan UKM. Kesan yang wartawan koran ini rasakan, UM lebih serba modem. Mobil-mobil juga banyak berseliweran di UM. Berbeda dengan UKM yang nuansa alamnya lebih kental. Wajar memang, sebab kampus yang berdiri pada 1949 ini memang didirikan oleh Inggris sehingga disebut karnpus bergaya western. Sementara, UKM lebih nasionalis. Setiba di sana, rombongan langsung menuju faculty of arts and social sciences. Fakultas ini dikepalai seorang dekan bemarna Prof.Md.Sidin Ahmad Ishak. Kala itu, rombongan disambut Pegawai Project Ahmad Hilmi Noor serta Senior Lecturer UM Dr. Sharifah Aishah Osman dan beberapa dosen lainnya di fakultas tersebut.

  

Mahasiswa Perguruan Tinggi Teknokrat juga menunjukkan kepiawaiannya dalarn berbahasa Inggris. Ya, mereka banyak bertanya mengenai universitas dengan peringkat nomor 3 di Asia Tenggara dan 50 di Asia tersebut. Rombongan juga disuguhkan profil UM yang ditampilkan melalui LCD proyektor. Dari sanalah diketahui bahwa UM memiliki 12 fakultas. Yang paling terkenal adalah fakultas sastra dan ilmu sosial yang menempati urutan ketiga di dunia. UM juga memiliki lima pusat. Yakni pusat dialog peradaban; kebudayaan; olahraga; pembelajaran dasar IPA; dan pendidikan berterusan. Di UM juga terdapat dua akaderni masing-masing pembelajaran Islarn dan pembelajaran Melayu serta enam institut.

 

Sama seperti di UKM, di UM juga memiliki kolej (asrama, Red) yang jumlahnya ada 11 unit di dalam kampus. Sementara di luar kampus ada empat unit. Sedangkan prestasi UM di antaranya merupakan perintis untuk pendirian rurnah sakit pendidikan di Malaysia. UM juga tercatat sebagai universitas yang memiliki herbarium terbesar di Malaysia dengan koleksi 50.912 specimen. Perpustakaan di universitas ini juga memiliki koleksi buku dan jumal terbesar di Malaysia. Jumlah koleksinya mencapai 2.060.000 buah dengan perpustakaannya bemarna Peringatan Za'ba. Sementara, plant transgenic greenhouse di UM juga memiliki sertifikat nomor satu internasional untuk biosafety level 2. UM juga menjadi pusat kesehatan ibu dan anak terbesar di Malaysia, Hal ini wajar karena UM Medical Centre untuk Clinical Investigation Centre-nya menempati urutan nomor 1 di Asia Pasific dan ranking lima dunia. Prestasi dunia lainnya, UM juga merupakan pusat penelitian kanker payudara nomor satu di Asia. Kemudian, UM juga ditetapkan sebagai universitas yang memiliki fasilitas terbaik se-Asia Tenggara.

Perguruan tinggi ini juga bekerja sama dengan peraih-peraih nobel di dunia untuk memberi kuliah di universitas tersebut. Dengan segudang prestasi itu, wajar jika UM ditetapkan sebagai universitas nomor satu di Malaysia. Sementara untuk mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi ini ada 20 ribuan orang. Usai berdiskusi di aula faculty of arts and social sciences, rombongan lantas mengunjungi Perpustakaan Peringatan Za'ba. Di perpustakaan ini, para mahasiswa termasuk Radar Lampung sempat tertegun dengan adanya jutaan buku yang tersusun rapi di rak-rak buku yang ada di sana. Setelah mengelilingi perpustakaan, rombongan lantas dijarnu makan siang di UM. Kemudian, rombongan meninggalkan UM dan langsung menuju Universitas Kuala Lumpur (UKL). Belum habis rasa kagurn di UM, rombongan kembali dibuat tertegun setiba di UKL. Ya, PT swasta terbesar di Malaysia ini memiliki gedung 31lantai. Di UKL, rombongan langsung menuju aula institute of information technology yang berada di lantai 29. Di fakultas ini, rombongan langsung diterima dekannya yakni Dr. Sahrul Rizal, Deputy Academic and Technology Dr. Amnah, serta Dr. Azizah selaku coordinator program post graduate.

 

Di UKL, rombongan juga disuguhkan penjelasan melalui LCD proyektor. Diketahui, UKL berdiri pada 2002, yang kini merniliki 12 fakultas yang disebut institut. Jumlah mahasiswa yang berkuliah di kampus ini ada 26 ribu orang. Universitas ini merupakan gabungan atau merger sejumlah universitas swasta yang ada di Malaysia. Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan PT Teknokrat Mahathir Muhammad juga menyampaikan profil PT Teknokrat sebagai karnpus sang juara di Provinsi Lampung. Dengan menggunakan bahasa Inggris, ia juga menceritakan latar belakang mengenai sejarah mengapa namanya sama persis dengan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Muhammad. Dia menjelaskan, namanya memang diambil dari mantan PM Malaysia. Sejarahnya berawal ketika ayahnya Nasrullah Yusuf pada tahun 1981 menjadi ketua delegasi pertukaran mahasiswa Indonesia dengan Malaysia. Kala itu, Nasrullah yang juga selaku ketua Yayasan PT Teknokrat merupakan satu-satunya rnahasiswa Indonesia yang bisa bersalaman dan berfoto dengan PM Mahathir Muhammad. Untuk berfoto dan bersalaman dengan PM Mahathir Muhammad, kala itu Nasrullah harus menerobos ring 1 keamanannya. Meski sempat dihadang, akhirnya Nasrullah berhasil foto bersama Mahathir yang memang menjadi tokoh yang dikaguminya. Nah, dua bulan dari kejadian itu, saya lahir. Dan ayah saya (Nasrullah,Red) yang memang kagum dengan ketokohan PM Mahathir Muhammad menamakan saya sarna dengan nama beliau," ceritanya yang lantas disambut senyuman oleh para dosen di UKL. Mahathir Muhammad juga memperkenalkan dosen dan mahasiswanya serta tiga jumalis Lampung yang dibawa untuk meliput kegiatan KKL mahasiswa berprestasi PT Teknokrat di Malaysia.

Usai berdiskusi, rombongan lantas mengunjungi laboratorium multimedia di UKL. Rombongan juga sempat berfoto bersarna dekan dan para dosen Institute of lnformation Technology UKL. Selanjutnya, rombongan sekitar pukul 17 .00 waktu Malaysia meninggalkan UKL menuju Pasar Seni Malaysia untuk berbelanja oleh-oleh. Sebab sekitar pukul 15.00 waktu Malaysia hari ini (16/10), rombongan dijadwalkan pulang ke tanah air. Namun sebelum meninggalkan Malaysia, paginya (16/10) rombongan dijadwalkan mengunjungi Istana Negara Malaysia dan Independence Square. (p6/cl/whk) . RadarLampung.

Go to Top