Wednesday, 29 June 2016
  • Mahasiswa Teknokrat
    Sumbang Robot Drone Kepolda Lampung

Roket Tim Krakatau 5.6 Juara Komurindo 2015

Lewat pemahaman teknologi robotik, tim mahasiswa dari perguruan tinggi Teknokrat meraih juara robotik nasional. Tahun ini Teknokrat menyabet juara III nasional Kompetisi Muatan Roket Indonesia (komurindo) 2015. Prestasi ini bukanlah yang pertama, melainkan sudah yang kesekian kalinya dalam ajang roboting secara nasional.

Terkait dengan  keberhasilan tin robotik ini, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Teknokrat Mahatir Muhammad menyebutkan pentingnya penguasaan teknologi. Negara maju sepertii Amerika serikatpun mampu menguasai berbagai teknologi mulai dari roket hingga persenjataan.

Demi kemajuan bangsa Teknokrat berupaya mencetak generasi bangsa yang menguasai teknologi. "kami mengenalkan teknologi robotik pada mahasiswa. Robotik adalah teknologi masa depan," Kata dia. 

Mahatir menjelaskan teknologi robotik dilombakan hingga tingkat internasional. Hal ini menunjukan bahwa seluruh dunia  menganggap robotik penting. Secara khusus Indonesiia, Dikti ikut memprogramkan kompetisi robotik. Meskipun masi Negara berkembang Indoonesia tidak boleh kalah dengan negara maju dalam penguasaan teknologi kata dia.

Upaya pengembangan robotik tersebut berbuah manis. Untuk kesekian kalianya, Teknokrat meraih juara robotik nasional. Tahun ini Teknokrat merebut juara III nasional Komurindo 2015. Kegiatan itu diikuti 56 tiim dari 27 perguruan tinggi negeri dan swasta se_Indonesia, dibalai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pemeungpeuk, Garut, Jawa Barat, 2-4 Agustus 2015.

http://teknokrat.ac.id/images/stories/2015/Agustus/ok15.jpg 

Adapun tim robotik Teknokrat, Krakatau 5.6, terdiri dari Akhmad jayadi, Ricky Anderas tomi, Indrajad Yugo W, Buyung Martadinata dan April dengan pembimbing Maulana Azis Assuja dan Adi Akhmad Fauzi.

Pembina Tim Robotik Teknokrat, Agus Nurhuda, menjelaskan Krakatau 5.6 harus mengembangkan hasil rancangan dalam produk bentuk perangkat keras dan lunak teknologi telemetri. "tim harus mengirimkan hasil pengembangan kepada panitia dalam bentuk vidio. Tantangannya meluncurkan muatan roket ke udara hinggaketinggian 800 meter dengan menguji keandalan perangkat keras dan lunak teknologi telematri tersebut," kata Agus.

Sebelum tiba pada tahap akhir kompetisi, panitia melakukan uji peralatan, meliputi uji statis dan uji fungsional. "Tahap ini menetukan tingkat kelayakan perangkat teknologi yang dikembangakan mahasiswa," kata dia.

Dewan juri memutuskan muatan roket karya tim krakatau 5.6 layak diluncurkan. Sistem telematri muatan roket tersebut dinilai dapat beroperasi dengan baik sejak awal peluncuran hingga terjadi separasi diudara, saat dilepaskan dari peluncur. Parasutberhasil mengembang dengan sempurna.

Misi terakhir yang harus dilakukan oleh muatan roket adalah foto udara dan mengirimkan hasilnya ke stasiun di bumi. " Tim Krakatau 5.6 sukses menjalankan seluruh misi," Ujar Agus. Perguruan Tinggi berjulukan Sang Juara itu meningkatkan pengembangan robotik untuk meraih juara 1 nasional di kontes robot tahun depan 

dikutip dari Lampung Post jum'at(14/8) 

 

Go to Top