Pencak Silat Teknokrat Lestarikan Budaya Bangsa

Pencak silat merupakan pakan seni beladiri yang mengandung nilai-nilai budaya tradisional bansa. Generasi muda diharapkan mencintai dan mengadopsi nilai-nilai karakter yang terkandung , seperti disiplin dan patriotisme.

Ketua perguruan tinggi teknokrat Nasrullah Yusuf mengatakan pencak silat adalah warisan budaya indonesia yang patut dilestarikan karena merupakan identitas bangsa. “Melalui pencak silat, diharapkan lahir para pendekar masa kini yang mampu mengisi kemerdekaan dengan prestasi,” kata Nasrullah pada pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Teknokrat Cup 2015, dikampus setempat.

Menurut dia bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. “beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tidak terpisahkan dari tradisi dan adatnya,” ujar Nasrullah.

Kejuaraan yang bertema dengan melestarikan pencak silat, kita bangun jiwa nasionalisme dan patriotisme pahlawan bangsa itu di ikuti 396 peserta dari 64 SMA sederajat se-Lampung. Menurut dia pembangunan bangsa harus dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk pencak silat.

 

Dulu, kata Nasrullah, seni beladiri tersebut digunakan melawan penjajah. Kini, pencak silat bagian dari pendidikan bela Negara untuk meningkatkan harkat bangsa. Dia menyebutkan beberapa nilai luhur dalam pencak silat, yaitu patriotisme, kepercayaan diri, dipsiplin, dan ketekunan. “Ketiganya harus dimiliki agar dapat menguasai seni beladiri. Nilai-nilai tersebut harus diadopsi seluruh peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar dan kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Dengan mengadopsi nilai-nilai tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan, bebas dari degradasi moral dan narkoba. “Negara-negara maju memanfaatkan seni dan olahraga untuk membangun bangsa,” kata Nasrullah.

Alimnus Micehigan University Amerika itu menilai pencak silat beserta nilai-nilainya efektif menjadi sarana pembangunan karakter dan bangsa.