Seminar Internasional Teknokrat, Mahasiswa Hendaknya Jadi Pionir Mencintai Produk Indonesia
Friday, 21 February 2020

Berita Lain

Seminar Internasional Teknokrat, Mahasiswa Hendaknya Jadi Pionir Mencintai Produk Indonesia

Seminar Internasional yang digelar Universitas Teknokrat Indonesia, menghadirkan nara sumber Mrs. Nana Yuliana, Ph.D, Consul General of Republik of Indonesia in Houston Texas, Amerika Serikat. Seminar yang membedah kelanjutan hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika, di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf, Selasa (14/1/2020), dihadiri oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, Pengurus Lembaga Adat Lampung Merayu Sukma, sejumlah dosen Unila, guru dan pelajar SMA/SMA. Melalui seminar ini, Mrs. Nana menyampaikan peluang ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat. Dalam Seminar Internasional tentang Pembangunan Berkelanjutan “Hubungan Ekonomi antara RI dan AS: Ditinjau dari aspek Tantangan dan Peluang” (Internasional Seminar on Sustainable Development “Economic Relations Between RI and USA : Challenges and Opportunities). Nana juga mengharapkan agar mahasiswa Teknokrat dan pelajar di Lampung menjadi pionir untuk mencintai produk Indonesia. Mrs. Nana mengatakan, perdagangan Indonesia dengan Amerika terjadi surplus. Tapi tidak boleh terlena dan tetap terus waspada. Posisi perdagangan Indonesia dengan Amerika di posisi ke-5 masih kalah dengan Vietnam dan Singapura serta Malaysia.

Posisi investasi Indonesia di Amerika berada di urutan ke-7, masih jauh dari beberapa negara lain seperti Jepang, Singapura, Malaysia dan lain. Ekspor Udang Lampung Punya Potensi. Lebih lanjut Nana mengatakan, perdagangan Indonesia masih baik. Produk yang diimpor Indonesia banyak ekspor karet, ekspor sepatu. Kemudian udang yang dari Lampung juga sudah masuk ke Amerika. Begitu juga furnitur dan kopi dari Lampung yang dikemas Kopi Sumatera juga sudah masuk Amerika. Nana menambahkan, pada September 2020 akan ada Festival Budaya di Amerika. Lampung diberi kesempatan untuk pentas dalam festival ini. Gubernur Lampung diharapkan bisa menyampaikan program unggulan antara lain peluang investasi, pariwisata dan perdagangan.

Lalu Amerika mengekspor ke Indonesia berupa minyak, mesin, pesawat, plastik, kapas termasuk kedelai. Jadi sebenarnya tempe yang menjadi konsumsi rakyat Indonesia sebenarnya merupakan makanan impor. Karena kedelainya diimpor dari Amerika. Nana mengatakan, perang dagang Amerika dan Cina akan mempengaruhi ekonomi global. Begitu juga konflik Amerika – Iran juga mempengaruhi ekonomi global. Seminar Internasional yang dimoderatori oleh Dekan FEB Universitas Teknokrat Indonesia Dewi Sukmasari, membuka kesempatan mahasiswa dan siswa untuk menyampaikan pertanyaan.

Sejumlah mahasiswa Teknokrat menyampaikan pertanyaan kepada nara sumber Mrs. Nana Yuliana, dengan Bahasa Inggris. Berbagai pertanyaan disampaikan mahasiswa antara lain tentang pengaruh hubungan dagang antara Amerika dan Cina terhadap ekonomi Indonesia. Pengaruh ekonomi global terkait ketegangan Amerika dan Iran, serta pertanyaan lainnya terkait hubungan dagang Indonesia dan Amerika. Nana menjelaskan, untuk bisa bersaing dalam persaingan perdagangan, maka yang harus diperhatikan adalah kualitas produk, peraturan-peraturan yang mudah terkait ekonomi. Sebab, banyak sekali peraturan-peraturan di pusat dan daerah masih kurang mendukung investasi.

“Jadi perlu dukungan dari adik-adik mahasiswa untuk mendukung produk Indonesia. Maka masyarakat juga harus cinta dengan produk-produk Indonesia. Untuk mengimbangi produk-produk Cina yang membanjiri pasar global termasuk Indonesia,” ujar Mrs. Nana. Menurut Nana, hanya dengan kesadaran untuk memilih dan mencintai produk Indonesia. Mahasiswa Teknokrat hendaknya menjadi pionir atau pelopor untuk mencintai produk-produk Indonesia. Karena itu, dengan adanya kecanggihan Teknologi, mahasiswa Teknokrat jangan hanya membuat kegiatan atau posting di media sosial yang tidak produktif. Tapi hendaknya untuk memanfaatkan teknologi untuk memanfaatkan mengangkat produk Indonesia.

Kita berharap dengan kerja keras pemerintah dan pengusaha bisa menjadi daya tarik bagi investor asing. Mengapa kalau dolar US naik, maka rupiah terpengaruh. Ini karena banyak barang impor masuk ke Indonesia. Saat ini yang banyak masuk ke Indonesia, banyak bermain saham bukan investasi. Sehingga disaat stabilitas ekonomi dan politik Indonesia kurang kondusif bisa mempengaruhi pengusaha mengalihkan sahamnya ke negara lain.

Sejumlah siswa dari SMA Yadika Bandarlampung Tasa Almira, Sonia Rosita dari SMAN 14 Bandarlampung, bertanya tentang masalah sistem belajar di Amerika dan masalah produk yang diimpor seperti karet. (W9)

Go to Top