Hadapi Tantangan Era Digital, Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Seminar International on Economic Development
Friday, 21 February 2020

Berita Lain

Hadapi Tantangan Era Digital, Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Seminar International on Economic Development

Bandar Lampung - Universitas Teknokrat Indonesia menggelar acara seminar internasional pembangunan ekonomi (economic development) yang bertajuk "The Impact of Digital Era on Social and Economic Development". Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM. Nasrullah Yusuf, Selasa (21/1/2020).

Adapun pembicara kunci (Keynote Speaker) dalam kegiatan tersebut adalah Dr.HM Nasrullah Yusuf, SE.,MBA. selaku rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI).

Sementara itu dua pembicara dari Malaysia (Plenary Speakers) yaitu Prof. Dr. M. Syukri Salleh (Universitas Sains Malaysia), Dr. Shahir Akram Hasan (Universitas Sains Malaysia), dan Dr. H. Didin Muhafidin, S.Ip., M.Si. (Rector of Al-Ghifari University).

Dalam sambutannya Nasrullah Yusuf menyampaikan bahwa, tujuan dari seminar untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang perkembangan ekonomi di era global.

"Hari ini, perkembangan ekonomi industri tidak seperti yang dulu. Tapi saat ini, siapa yang ingin menguasai ekonomi maka dia yang menguasai teknologi informasi di era 4.0,” kata Nasrullah Yusuf yang juga sebagai Wakil Forum Rektor Indonesia ini.

Meski Universitas Teknokrat masih berusia muda, tapi berbagai prestasi baik akademik dan non akademik telah diraih. Prestasi yang diraih oleh Teknokrat mulai dari tingkat regional, nasional dan internasional.

Untuk mewujudkan Universitas Teknokrat Indonesia menuju kampus kelas dunia, lanjut Nasrullah Yusuf, Teknokrat telah menjalin kerjasama dengan berbagai kampus di dunia. Baru-baru ini telah menjalin kerjasama dengan tujuh kampus ternama di China dan telah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus di Eropa jelasnya.

Sementara itu salah satu pembicara dalam seminar internasional tersebut Dr. Shahir Akram Hasan mengatakan saat ini sudah memasuki era teknologi canggih.

"Jaman dulu masih menggunakan mesin ketik manual kalau salah tulis kita ketik ulang, sekarang sudah zaman komputer," jelasnya.

Di sisi lain kemajuan teknologi akan berdampak pada sejumlah aspek seperti lapangan pekerjaan. Banyak sektor pekerjaan yang diprediksi bisa tergantikan oleh teknologi.

"Teknologi smartphone mungkin nanti ada smart car, disitulah ada perbincangan dalam konteks apa yang harus dalam world economic forum ada 75 juta pekerjaan akan terhapus dan berkurang. Akan diberhentikan semua akan dibuat melalui online, mau bayar online cukup pakai HP saja," jelas akademisi Universitas Sains Malaysia tersebut.

"Pada tahun 2030 yang penting bagaimana manusia mengawal kepada keperluan humman development. Tenaga manusia tidak Lebih dari 8 jam kerja sehari, sedangkan tenaga robot bisa 24 jam. Sehingga (industri) untung berlipat ganda. Maka kita menyiapkan pekerjaan to development," sambungnya.

Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa Teknokrat dan diikuti pelajar, SMA, SMK dan MA serta para guru dan dosen UTI juga dihadiri oleh Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini, SS., M.Pd.

Go to Top